PendakiMenyetubuhi Temanya di Gunung Singgalang tepatnya di pos Cadas dalam keadaan lemas tak berdaya pelaku melakuakn aksinya Lewati ke konten. Pencarian. Facebook Dalam perjalanan dari Telaga Dewi sampai Cadas memang tracknya cukup juram gunung satu ini dan korban serta rombongan sore hari sampai di Cadas, karena medan trekking terbilang
JikaGunung Semeru memiliki Ranu Kumbolo, Gunung Singgalang di Sumatera Barat juga punya Telaga Dewi. Keindahannya tidak kalah eksotis. Berada di ketinggian 2.877 meter di atas permukaan laut (Mdpl), Telaga Dewi akan memikat hati pendaki yang memandangnya. Di sekeliling telaga ditumbuhi pepohonan yang unik menambah eksotisme Telaga Dewi. Telaga Dewi berada di puncak Gunung Singgalang, bagi
detikTravelCommunity - Kalau Gunung Semeru punya Ranu Kumbolo yang eksotis, Gunung Singgalang di Sumatera Barat punya Telaga Dewi. Keindahannya tak kalah lho dengan Ranu Kumbolo.Di Gunung Singgalang, Sumatera Barat terdapat sebuah danau yang berada di ketinggian 2.760 mdpl.
Untukmenuju ke Telaga Dewi atau ke puncak Gunung Singgalang (Pilar), tidak susah lagi untuk mencari pedoman perjalanan, dengan adanya tiang-tiang listrik yang terpasang sampai ke tower RCTI di Pilar. Bagi saya, tiang listrik tersebut merusak dan menghancurkan keindahan yang ada, dan juga membuat perjalanan menjadi amat membosankan, apabila
Informationon climbing the mountain or volcano Gunung Singgalang in Indonesia. Includes route description, photos, maps, comments and hiking advice. The beautiful lake, Telaga Dewi (Lake of the Goddess, 2,819m) is just beyond the muddy trail through the forest and it is a beautiful, tranquil spot and unusually free of litter. Locals like
DUW7DP. Tahukah Teman Traveler bahwa Sumatra Barat ternyata punya danau eksotis yang jadi kebanggaan warga sekitar? Bertajuk Telaga Dewi, destinasi ini berada di ketinggian mdpl. Pemandangannya begitu mempesona dan jarang ditemui di banyak tempat. Yuk, simak ulasan selengkapnya. Berada di Puncak Gunung Singgalang Berada di puncak gunung c Novia Harlina/TravelingyukTelaga Dewi bisa Teman Traveler temukan di puncak Gunung Singgalang, salah satu destinasi yang cukup menguji adrenalin bagi kebanyakan pendaki lokal. Jalur pendakiannya terus menanjak dan lembab, menyuguhkan tantangan tersendiri. Butuh waktu kurang lebih tujuh jam untuk mencapai puncaknya, menyesuaikan kondisi di lapangan. Namun begitu sampai di tujuan, seluruh perjuangan Teman Traveler bakal terbayar tuntas. Hampir tiap sudut telaga ini nampak sangat memukau. Tak hanya indah, namun suasananya begitu hening. Air telaga sendiri terlihat sedikit kecoklatan, namun ketika cuaca cerah permukaannya bakal terlihat indah dengan corak kebiruan berkat pantulan cahaya mentari. Tenang dan Sunyi Hadirkan suasna tenang via Teman Traveler yang butuh tempat tenang dan sunyi, Telaga Dewi bisa jadi solusi tepat. Pas banget dijadikan lokasi liburan alternatif, terutama jika kalian sedang butuh menenangkan pikiran. Atmosfernya relatif sepi dan tempatnya tidak dipadati terlalu banyak pengunjung. Menikmati pemandangan sekitar c Novia Harlina/TravelingyukTeman Traveler juga bisa berkemah di sini lho. Rasakan sensasi dekapan udara dingin pagi hari, sambil menikmati secangkir minuman hangat. Apalagi jika kalian bersantai di tepi telaga, pastinya bakal jadi pengalaman liburan luar biasa dan sangat menyenangkan. Eksotisme Berselimut Kabut Suasana ketika kabut mendekap c Novia Harlina/TravelingyukGunung Singgalang dikenal memiliki suhu lembab dan dingin,. Cuaca di sini juga bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi jangan heran saat tengah asyik menikmati indahnya Telaga Dewi, lapisan kabut tebal akan datang menghampiri. Namun jangan khawatir Teman Traveler, fenomena alam ini justru akan menguak eksotisme lain Telaga Dewi. Pemandangan yang tercipta bakal bernuansa magis. Benar-benar serasa membawa kalian bertualang ke dunia lain. Area di sekitar perkemahan c Novia Harlina/TravelingyukSelama berada di sini, jangan lupa kenakan jaket tebal Teman Traveler. Jadi begitu kabut datang, kalian masih bisa tetap duduk nyaman di luar tenda sambil menikmati keheningan telaga. Agar lebih seru, kalian juga bisa membawa hammock untuk menikmati waktu santai. Bonus Hutan Lumut Kawasan hutan lumut c Novia Harlina/TravelingyukMenjelajah kawasan sekitar Gunung Singgalang dan telaga, Teman Traveler akan mendapat bonus’ berupa kawasan hutan lumut nan eksotis. Tempat ini bakal kalian temukan beberapa ratus meter sebelum sampai di telaga. Pemandangan yang tersaji benar-benar menarik untuk disimak. Biasanya sejumlah pendaki sengaja berhenti di sini untuk beristirahat maupun sekedar berfoto dengan latar pohon lumut. Suasananya benar-benar terasa magis, bagaikan masuk ke dalam dunia dongeng. Menuju Kawasan Telaga dan Gunung Buat Teman Traveler yang tertarik mampir ke sini, dari Bandara Internasional Minangkabau kalian bisa langsung naik transportasi umum dengan ongkos sekitar Mintalah berhenti di depan gerbang masuk Kenagarian Pandai Sikek, sekitar 50 meter sebelum Pasar Koto Baru. Berikutnya, Teman Traveler tinggal ikuti jalur yang ada. Bisa dengan berjalan kaki atau memanfaatkan jasa ojek. Oh ya, sebelum bisa mulai trekking, Teman Traveler harus bayar biaya masuk atau simaksi sebesar per orang. Itulah sedikit ulasan mengenai eksotisnya pemandangan di Telaga Dewi. Bagaimana, adakah di antara Teman Traveler yang tertarik mampir ke sini? Jangan lupa berkunjung jika kalian sedang menjelajah wisata Sumatra Barat ya. Advertisement Tags kontributor Sumatra Barat Travelingyuk wisata sumatra barat
Menyapa Sang Dewi di Gunung Singgalang Sumbar Gunung Singgalang adalah gunung yang berada di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, gunung ini memiliki ketinggian 2877 mdpl. Gunung ini adalah gunung stratovolcano yang sudah tidak aktif lagi. Untuk mencapai puncak Gunung Singgalang dapat dilalui dari 3 jalur yaitu Jalur Toboh, Jalur Balingka, dan Jalur Pandai Sikek. Kami sendiri lebih memilih melalui Jalur Pandai Sikek karena memang letaknya yang mudah dijangkau dari Kota Padang. Bersama abang saya yang juga memiliki hobi yang sama, kami berangkat menuju Pandai Sikek dari Kota Padang dengan menggunakan sepeda motor, kurang lebih 2 jam perjalanan kami sampai Pasar Koto Baru, disini kami singgah terlebih dahulu untuk membeli perbekalan. Setelah itu lanjut lagi menuju basecamp atau pos pelaporan Gunung Singgalang jalur Pandai Sikek, disini kami menulis nama serta nomor yang bisa dihubungi lalu membayar uang retribusi Rp 7 ribu per orangnya. Dari pos lapor tersebut kami lanjutkan menuju titik awal pendakian dimana terdapat banyak sekali tiang – tiang pemancar stasiun televisi. Pemandangan diawal pendakian Gunung Singgalang Setelah memanjatkan do’a, kami pun memulai pendakian ini, awal perjalanan cukup berat karena jalur ini berupa hutan pimpiang yaitu sejenis tanaman rumput – rumputan besar menyerupai tanaman tebu dan bambu, bentuk batangnya yang lentur membuat tanaman ini menutupi jalur sehingga seringkali kami harus menunduk atau membungkuk ketika lewat jalur ini, tak hanya itu daun pimpiang ini apabila terkena kulit akan menimbulkan efek gatal sehingga sangat disarankan menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang saat mendaki Gunung Singgalang. Hutan Pimpiang Gunung Singgalang Butuh waktu satu jam hingga akhirnya kami terbebas dari hutan pimpiang, kali ini yang dihadapi adalah vegetasi hutan tropis yang lebat, namun tidak perlu khawatir tersesat, mendaki Gunung Singgalang cukup ikuti kabel listrik dan tiangnya sebagai patokan. Tanjakan berupa akar – akar pepohonan serta licinnya jalur karena baru saja diguyur hujan menjadi warna dalam pendakian ini. Akhirnya setelah berjalan lebih dari 4 jam dari titik awal pendakian, kami sampai di sebuah tempat yang diberi nama Cadas, disini kami bertemu dengan 3 orang pendaki yang berasal dari Lubuk Begalung Padang, sehingga suasana jadi lebih menyenangkan karena sedari tadi hanya saya dan abang saja di sepanjang jalur tanpa berjumpa pendaki lain baik yang naik maupun yang turun. Bermalam di Cadas sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya Malam hari di Cadas sangat dingin, ada hal yang unik saat malam disini yaitu banyak ditemukan tikus gunung atau yang orang Minang menyebutnya Manciak Gunuang, mereka dengan malu – malu mendekat ke tenda – tenda yang terdapat makanan – makanan sisa, ketika mendapatkan makanan kemudian ia langsung bergegas lari setelah itu kembali lagi mendekati tenda. “Kalo di Gunung Merapi, manciak-nya jinak, bisa kita pegang malah dia jalan – jalan gitu di lengan” kata Bimbim, kawan pendaki yang sama – sama beristirahat di Cadas. Pagi harinya setelah sarapan kami melanjutkan perjalanan menuju Telaga Dewi, namun sampai ke Telaga Dewi bukanlah hal yang mudah karena kami harus melewati tanjakan terjal berupa bebatuan berwarna kuning setelah itu memasuki hutan lumut yang lembab, bentuknya yang serupa membuatnya sering menyesatkan namun saat ini sudah ada plang – plang penunjuk ke arah Telaga Dewi. Berpose di Cadas Gunung Singgalang Menuju Telaga Dewi, kami harus melewati hutan lumut Akhirnya sampai juga kami di Telaga Dewi dengan pemandangan yang sangat indah, airnya yang tenang membuat pohon – pohon yang berada di tepinya terefleksi dengan sempurna. Meski terlihat indah, Telaga Dewi tidak terlepas dari kisah mistisnya, diceritakan bahwa telaga ini merupakan tempat dimana banyak makhluk – makhluk halus berada dan yang paling dikenal adalah Sibunian yang konon merupakan keturunan dari Puti Bana Sari, mereka bisa membawa manusia ke alam mereka. Serem? sebagai manusia yang derajatnya lebih tinggi tak semestinya kita takut namun kita tetap menghargai mereka di alamnya masing – masing. Telaga Dewi inilah yang membuat orang rela bersusah payah mendaki Gunung Singgalang Puas menikmati keindahan Telaga Dewi kami pun kembali ke Cadas lalu membereskan perlengkapan untuk kembali turun. Sungguh pengalaman yang seru mendaki gunung di Bumi Ranah Minang. About Author M. Catur Nugraha Masih bekerja sebagai Naval Architect Engineer di salah satu perusahaan multinasional yang bergerak di bidang konstruksi bangunan lepas pantai sejak tahun 2012. Kecintaan kepada kampung halamannya membuat ia memutuskan untuk mendirikan Jelajah Sumbar dengan tujuan memperkenalkan keindahan Bumi Ranah Minang ke khalayak ramai dan mengajaknya untuk berkunjung ke Sumbar. Ia sangat menyukai traveling. Perjalanan yang paling ia senangi antara lain mendaki gunung, trekking ke air terjun, dan berkemah di pulau – pulau kecil. Ia juga gemar menuliskan cerita perjalanannya dan memotret obyek yang ditemuinya. Cita – citanya menjadikan Sumatera Barat dan Wisata Padang sebagai salah satu destinasi pilihan favorit bagi wisatawan lokal maupun wisatawan Internasional.
Di areal puncak Gunung Singgalang yang sudah tak aktif lagi ini ada sesuatu yang bakal bikin rahang kamu pegal karena melongo, yakni Telaga jauh dari kawasan puncak, sekitar 112 meter sebelumnya, kamu bakal menjumpai Telaga Dewi yang begitu memesona, tempat ikan-ikan bebas berenang ke sana kemari dalam air yang jernih. Karena lumayan lembap, sebagian areal sekitar danau pun dihiasi hutan telaga yang syahdu bikin areal lapang di sekitarnya jadi lokasi favorit para pendaki Gunung Singgalang untuk menggelar satu spot yang jadi ciri khas Telaga Dewi Gunung Singgalang, yakni sebuah pohon yang menjorok ke arah danau. Tempat ini pun jadi latar paling favorit untuk Juga Uniknya Tradisi Manambang di Sumbar, Surganya Anak-anak saat LebaranMenjelang matahari terbenam, Telaga Dewi akan jadi makin spektakuler. Cahaya akan jadi dramatis dan hawa jadi makin dingin. Inilah waktu yang tepat untuk menyalakan kompor, merebus air, menyeduh kopi, lalu menghayati keheningan danau yang dipagari ribuan pohon Singgalang adalah salah satu dari tiga gunung dalam gugusan yang disebut Tri Arga. Dua gunung lainnya adalah Gunung Marapi dan Tandikek. Dari ketiga gunung ini, Gunung Marapi yang paling sering dikunjungi kalangan pendaki lokal Sumatera Barat, Singgalang adalah salah satu gunung favorit untuk didaki, selain Marapi dan Talang. Tingkat kesulitan pendakian Gunung Singgalang pun sebenarnya tidak kalah tinggi dibandingkan Gunung Kerinci yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera. Hanya saja, jalur Singgalang jauh lebih singkat dibanding Juga Ini 5 Mitos Batu Angkek-angkek di Sumbar, Salah Satunya Meski Kecil tapi Punya Berat Berubah-ubahUntuk mencapai Telaga Dewi perlu waktu sekitar 7-8 jam. Di awal pendakian, kamu akan melewati hutan rumput riang-riang pimping yang kalau bersentuhan dengan kulit bisa bikin gatal. Kemudian kamu akan memasuki trek yang penuh akar-akar pohon. Sebelum tiba di Telaga Dewi, kamu mesti melewati Cadas areal tempat vegetasi mulai berubah dan hutan lumut yang lembap. Kalau mau terus ke puncak, dari Telaga Dewi kamu hanya perlu berjalan santai sekitar 15-30 menit lewat Hutan tertarik untuk menggapai puncak Gunung Singgalang dan menikmati kesunyian Telaga Dewi, kamu bisa langsung cari tiket pesawat ke Bandara Internasional Minangkabau, Pariaman, Sumatera Barat. Dari sana, lanjutkan perjalanan ke Pasar Koto Baru, Tanah Datar, kemudian naik ojek melewati Pandai Sikek ke areal yang biasa disebut Tower karena di areal ini memang ada menara pemancar RCTI dan TVRI. Tower inilah yang jadi pintu gerbang Singgalang.
telaga dewi gunung singgalang